APRIYANTI, Khonita Rohmatun (2026) Pemberian Kombinasi Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan Bratawali (Tinospora crispa) Terhadap Nematodiasis dan Bobot Badan Harian Domba. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Download (416kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (768kB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Download (405kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB-I-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 24 April 2027. Download (405kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB-II-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 24 April 2027. Download (503kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB-III-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 24 April 2027. Download (661kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB-IV-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (724kB) |
|
|
PDF (BabV)
BAB-V-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Download (399kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Download (435kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Khonita Rohmatun Apriyanti-D1B024009-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penyakit cacing nematoda merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang saluran pencernaan ternak domba. Penggunaan obat kimia yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi, sehingga perlu obat alternatif herbal seperti temulawak dan bratawali. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pemberian kombinasi temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan bratawali (Tinospora crispa) terhadap nematodiasis dan bobot badan harian domba. Sasaran penelitian adalah peternak domba sebanyak 9 orang di Kelompok Tani Ternak Lembu Sari, Desa Purwosari, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan melakukan pengamatan serta wawancara dengan responden (peternak). Domba yang digunakan sebanyak 18 ekor, memiliki umur 4-8 bulan dengan bobot 12-43 kg dengan jenis kelamin jantan. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis Repetaed Measures ANOVA. Penelitian dilaksanakan selama 30 hari bertempat di Kelompok Tani Ternak Lembu Sari Desa Purwosari, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Pemeriksaan sampel akan dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Hewan Tipe B Purwokerto dengan pengukuran jumlah telur dan jenis cacing nematoda menggunakan uji apung dan uji Whitlock. Karakteristik peternak didominasi usia 44-60 tahun (100%), pendidikan SD (55,56%), pengalaman beternak 1-2 tahun (55,56%), dan skala kepemilikan 5-10 ekor (55,56%). Prevalensi nematodiasis awal 100% (infeksi ringan 83,3%) menurun menjadi 88,89% setelah pemberian herbal, namun muncul infeksi berat 11,1% pada hari ke-30. Teridentifikasi beberapa jenis telur cacing saluran pencernaan yaitu Cooperia, Ostertagia, Haemonchus, Bunostomum, Trichostrongylus, Strongyle, Trichuris, Strongyloides, dan Oesophagostomum. Uji normalitas tidak berdistribusi normal sehingga dilanjut dengan Uji Friedman.Uji Friedman menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan jumlah telur nematoda antar waktu pengukuran (X²=0,783; p=0,676). Sebaliknya, Uji normalitas berdistribusi normal sehingga dilanjut uji Repeated Measures ANOVA. Uji Repeated Measures ANOVA menunjukkan peningkatan bobot badan sangat signifikan (F=15,911; p<0,001) dengan effect size 48,3%. Rata-rata bobot meningkat dari 28,23 kg (M0) menjadi 29,94 kg (M4). PBBH tertinggi terjadi pada minggu ke-2 (65,17 g/ekor/hari). Uji Bonferroni menunjukkan rerata bobot awal (28,23) lebih rendah dari minggu 3 (29,51; p=0,005) dan 4 (29,94; p<0,001). Minggu 1 (28,43) lebih rendah dari minggu 3 dan 4 (p<0,001). Minggu 2 (29,14) lebih rendah dari minggu 4 (p=0,020). Kombinasi temulawak dan bratawali efektif meningkatkan pertumbuhan bobot badan domba namun belum terbukti efektif sebagai antihelmintik dalam periode 30 hari. Perbaikan sanitasi kandang dan durasi pemberian yang lebih panjang diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas herbal. Kata kunci: temulawak, bratawali, nematodiasis, PBBH, domba
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | D26135 |
| Uncontrolled Keywords: | temulawak, bratawali, nematodiasis, PBBH, domba |
| Subjects: | H > H108 Herbs Therapeutic use S > S286 Sheep |
| Divisions: | Fakultas Peternakan > S1 Peternakan |
| Depositing User: | Mrs Khonita Rohmatun Apriyanti |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 01:56 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 01:56 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/40750 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
