Analisis Internet Of Things (IoT) dan Blokchain dalam Mengurangi Risiko Fraud di Industri Perbankan Purwokerto: Perspektif Triangle Of Fraud

KHABIBILLAH, Anfus (2026) Analisis Internet Of Things (IoT) dan Blokchain dalam Mengurangi Risiko Fraud di Industri Perbankan Purwokerto: Perspektif Triangle Of Fraud. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf

Download (251kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf

Download (320kB)
[img] PDF (BabI)
BAB-I-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 May 2027.

Download (346kB)
[img] PDF (BabII)
BAB-II-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 May 2027.

Download (480kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB-III-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 May 2027.

Download (413kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB-IV-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (543kB)
[img] PDF (BabV)
BAB-V-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf

Download (321kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf

Download (343kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Anfus Khabibillah-C1C022013-Skripsi-2026.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Industri perbankan beroperasi dalam lanskap digital yang dinamis dan menghadapi tantangan signifikan terkait keamanan transaksi serta risiko inheren berupa kecurangan (fraud) dan pencurian data. Urgensi masalah ini ditegaskan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) tahun 2024. ACFE menunjukkan bahwa industri keuangan menempati posisi tertinggi dalam kasus kecurangan, dengan total 305 kasus. Berdasarkan data statistik ACFE tersebut mengindikasikan perlunya evolusi dalam mekanisme pertahanan perbankan melawan kejahatan finansial (Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), 2024). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran strategis teknologi Internet of Things (IoT) dan Blockchain sebagai solusi inovatif untuk mengurangi risiko kecurangan pada industri perbankan, dengan fokus studi empiris di wilayah Purwokerto. Penelitian ini mengintegrasikan dua perspektif teoritis utama. Pertama, perspektif Fraud Triangle digunakan untuk membedah akar penyebab kecurangan melalui tiga elemen pendorong: tekanan (pressure), peluang (opportunity), dan rasionalisasi (rationalization) (Yuwono & Marlina, 2021). Kedua, kerangka Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk menjelaskan bagaimana adopsi teknologi dipengaruhi oleh persepsi karyawan mengenai kemudahan penggunaan, kegunaan yang dirasakan dan sikap terhadap penggunaan serta niat perilaku untuk menggunakannya (Mangkona et al., 2023). Integrasi IoT dan Blockchain berfungsi krusial dalam mempersempit elemen "peluang" dan mempersulit "rasionalisasi". IoT berperan dalam meningkatkan keamanan otentikasi melalui verifikasi biometrik dan proses Know Your Customer (KYC) yang canggih, serta memungkinkan personalisasi layanan yang sulit direplikasi oleh pelaku kejahatan (Erari et al., 2024). Di sisi lain, kontribusi utama Blockchain terletak pada penciptaan transparansi melalui buku besar yang terdesentralisasi dan tidak dapat diubah (immutable). Fitur transaksi real-time, kontrak pintar (smart contracts), dan manajemen identitas yang aman pada Blockchain secara drastis mengurangi peluang manipulasi data dan menghapus jejak audit, sehingga mempersulit pelaku untuk merasionalisasi tindakan mereka tanpa terdeteksi (Najibulloh & Rahmalia, 2024). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Objek penelitian difokuskan pada lima institusi perbankan di Purwokerto, meliputi bank BUMN hingga bank swasta yang sudah mengimplementasikan atau sedang dalam tahap eksplorasi teknologi IoT dan Blockchain. Responden kunci dalam penelitian ini adalah karyawan bank secara keseluruhan khususnya bagian operasional serta operator sistem yang berinteraksi langsung dengan kedua teknologi tersebut (Supriyanto et al., 2022). Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, studi ini akan memperkaya literatur mengenai pengembangan financial technology (fintech) dalam konteks keamanan. Secara praktis, temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan strategis bagi lembaga perbankan di Purwokerto dalam merumuskan kebijakan pencegahan penipuan yang efektif melalui optimalisasi adopsi teknologi IoT dan Blockchain.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: C26165
Uncontrolled Keywords: Internet of Things, Blockchain, Risiko Fraud, Industri Perbankan, Triangle of Fraud, Technology Acceptance Model (TAM)
Subjects: B > B36 Banks and banking
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 Akuntansi
Depositing User: Mr. Anfus Khabibillah
Date Deposited: 12 May 2026 04:08
Last Modified: 12 May 2026 04:08
URI: http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/41132

Actions (login required)

View Item View Item