WULANDARI, Putri Charissa (2026) Analisis Respons Inggris Terhadap Klaim Imunitas Lydia Mugambe Dalam Kasus Modern Slavery 2023-2025. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
COVER-Putri Charissa Wulandari-F1F022031-Skripsi-2026.pdf Download (333kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Putri Charissa Wulandari-F1F022031-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (950kB) |
|
|
PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Putri Charissa Wulandari-F1F022031-Skripsi-2026.pdf Download (308kB) |
|
|
PDF (BabI)
BAB I-Putri Charissa Wulandari-F1F022031-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 13 May 2027. Download (549kB) |
|
|
PDF (BabII)
BAB II-Putri Charissa Wulandari-F1F022031-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only until 13 May 2027. Download (321kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BAB III-Putri Charissa Wulandari-F1F022031-Skripsi-2026.pdf Restricted to Repository staff only Download (544kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BAB IV-Putri Charissa Wulandari-F1F022031-Skripsi-2026.pdf Download (284kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Putri Charissa Wulandari-F1F022031-Skripsi-2026.pdf Download (536kB) |
Abstract
Praktik imunitas baik imunitas diplomatik dan imunitas fungsional seringkali menjadi tantangan ketika berhadapan dengan proses penegakan hukum, khususnya ketika tindakan yang dilakukan berada dalam ranah pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons Inggris ketika berhadapan dengan isu imunitas dalam kasus modern slavery yang dilakukan oleh Lydia Mugambe, seorang pegawai organisasi internasional. Dengan menggunakan konsep functional immunity doctrine, penelitian ini akan meninjau keberlakuan imunitas fungsional yang melekat pada Lydia Mugambe dan mengkualifikasikan apakah tindakan yang telah dilakukan termasuk dalam official act. Meskipun dalam kasus modern slavery yang dilakukannya, tindakannya tidak mendapat perlindungan imunitas fungsional karena bukan official act, dalam praktiknya tetap dibutuhkan pernyataan pencabutan imunitas oleh institusi terkait. Di sisi lain, klaim imunitas diplomatik yang diajukannya juga tidak memiliki dasar hukum yang sah. Sehingga dua sifat imunitas yang dihadapi Inggris pada kasus ini direspons dengan pendekatan yang restriktif dan didukung prinsip non-impunity agar proses hukum terus berjalan dengan tetap berusaha menghormati hukum internasional dan menegakkan hukum nasional.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | F26106 |
| Uncontrolled Keywords: | Imunitas Organisasi Internasional, Imunitas Fungsional, Imunitas Diplomatik, Modern Slavery, Non-Impunity, Respons Inggris |
| Subjects: | I > I234 International law I > I237 International organization |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Mrs PUTRI CHARISSA WULANDARI |
| Date Deposited: | 13 May 2026 02:51 |
| Last Modified: | 13 May 2026 02:51 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/41205 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
