Penanganan Kapal Karam Bersejarah di Wilayah Perairan Indonesia Berdasarkan Hukum Internasional (Kasus Kapal Geldermalsen Milik VOC 1985 di Perairan Kepulauan Riau)

PURNAMA, Muhammad Ikhsan (2018) Penanganan Kapal Karam Bersejarah di Wilayah Perairan Indonesia Berdasarkan Hukum Internasional (Kasus Kapal Geldermalsen Milik VOC 1985 di Perairan Kepulauan Riau). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (99kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (430kB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (92kB)
[img] PDF (BabI)
BabI_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (263kB)
[img] PDF (BabII)
BabII_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (241kB)
[img] PDF (BabIII)
BabIII_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (96kB)
[img] PDF (BabIV)
BabIV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (383kB)
[img] PDF (BabV)
BabV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (91kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DaftarPustaka_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (204kB)

Abstract

Salah satu potensi kelautan Indonesia adalah benda peninggalan budaya masa lalu yang memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu, Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang merupakan bagian dari cagar budaya. Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Persoalan yang akan dibahas adalah bagaimana penanganan terhadap kasus pencurian yang dilakukan oleh Michel Hatcher bersama kelompoknya terhadap situs Kapal Geldermalsen milik VOC yang tenggelam pada tahun 1985 di Perairan Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan wilayah dasar laut yang terdapat benda cagar buaya, serta hak dan kewajiban Indonesia sebagai lokasi situs cagar budaya tersebut berada.Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekaran yuridis normatif dengan pendekatan Peraturan Perundang-Undangan dan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa Peraturan Perundang-Undangan yang relevan dan buku-buku literatur. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu pemanfaatan wilayah dasar laut berdasarkan Pasal 77 tentang hak berdaulat di landas kontinen untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi, yang dalam hal ini benda muatan kapal tenggelam Kapal Geldermalsen yang karam di perairan Riau merupakan hak dari negara Indonesia, serta hak dan kewajiban Indonesia terhadap bangkai kapal bersejarah Geldermalsen milik VOC yang tenggelam di perairan Riau berdasarkan yurisdiksi teritorial yang didasarkan Pasal 137 Konvensi Hukum Laut 1982 yang menyatakan, hukum yang berlaku adalah hukum di mana kawasan cagar budaya bawah laut tersebut berada.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: E18040
Uncontrolled Keywords: Penanganan, BMKT, Cagar Budaya, Hukum Kelautan, Hukum Internasional
Subjects: C > C1007 Cultural property Protection
I > I234 International law
M > M77 Maritime law
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum
Depositing User: Mrs Endang Kasworini
Date Deposited: 18 Sep 2020 01:49
Last Modified: 18 Sep 2020 01:49
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/5403

Actions (login required)

View Item View Item