Hubungan Pemberian Kaolin-Pektin dengan Lama Rawat Inap Pasien Diare Akut pada Balita di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo

AMANI, Karina Zata (2018) Hubungan Pemberian Kaolin-Pektin dengan Lama Rawat Inap Pasien Diare Akut pada Balita di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf

Download (106kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (700kB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf

Download (251kB)
[img] PDF (BabI)
BAB-I-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (258kB)
[img] PDF (BabII)
BAB-II-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (327kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB-III-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (255kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB-IV-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (275kB)
[img] PDF (BabV)
BAB-V-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (235kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (263kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN-Karina Zata Amani-G1A014001-Skripsi-2018_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (939kB)

Abstract

Diare merupakan kondisi medis yang ditandai dengan tinja yang memiliki kandungan air yang lebih banyak dibandingkan dengan ampasnya. Berdasarkan waktunya, diare dibagi menjadi diare akut dan diare kronik, dimana diare akut berlangsung selama kurang dari 7 hari dan diare kronik lebih dari 7 hari atau 14 hari. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi durasi diare adalah dengan mengonsumsi obat antidiare. Terdapat beberapa golongan obat antidiare, salah satunya adalah kaolin-pektin yang merupakan obat golongan adsorben. Terapi yang digunakan untuk diare selain untuk mengurangi durasi diare juga dapat mengurangi lama rawat inap pasien diare. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Maret 2018 di bagian rekam medik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data pasien diambil dari bulan Januari - Desember 2017 dengan metode total sampling dan diperoleh jumlah populasi terjangkau yaitu 111 balita yang mengalami diare akut pada tahun 2017. Sampel penelitian diperoleh sebanyak 37 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari data rekam medik. Uji Mann Whitney memberikan hasil p=0,351. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pemberian kaolin-pektin dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: G18138
Uncontrolled Keywords: Diare merupakan kondisi medis yang ditandai dengan tinja yang memiliki kandungan air yang lebih banyak dibandingkan dengan ampasnya. Berdasarkan waktunya, diare dibagi menjadi diare akut dan diare kronik, dimana diare akut berlangsung selama kurang dari 7 hari dan diare kronik lebih dari 7 hari atau 14 hari. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi durasi diare adalah dengan mengonsumsi obat antidiare. Terdapat beberapa golongan obat antidiare, salah satunya adalah kaolin-pektin yang merupakan obat golongan adsorben. Terapi yang digunakan untuk diare selain untuk mengurangi durasi diare juga dapat mengurangi lama rawat inap pasien diare. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Maret 2018 di bagian rekam medik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data pasien diambil dari bulan Januari - Desember 2017 dengan metode total sampling dan diperoleh jumlah populasi terjangkau yaitu 111 balita yang mengalami diare akut pada tahun 2017. Sampel penelitian diperoleh sebanyak 37 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari data rekam medik. Uji Mann Whitney memberikan hasil p=0,351. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pemberian kaolin-pektin dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Diare merupakan kondisi medis yang ditandai dengan tinja yang memiliki kandungan air yang lebih banyak dibandingkan dengan ampasnya. Berdasarkan waktunya, diare dibagi menjadi diare akut dan diare kronik, dimana diare akut berlangsung selama kurang dari 7 hari dan diare kronik lebih dari 7 hari atau 14 hari. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi durasi diare adalah dengan mengonsumsi obat antidiare. Terdapat beberapa golongan obat antidiare, salah satunya adalah kaolin-pektin yang merupakan obat golongan adsorben. Terapi yang digunakan untuk diare selain untuk mengurangi durasi diare juga dapat mengurangi lama rawat inap pasien diare. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Maret 2018 di bagian rekam medik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Data pasien diambil dari bulan Januari - Desember 2017 dengan metode total sampling dan diperoleh jumlah populasi terjangkau yaitu 111 balita yang mengalami diare akut pada tahun 2017. Sampel penelitian diperoleh sebanyak 37 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dari data rekam medik. Uji Mann Whitney memberikan hasil p=0,351. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pemberian kaolin-pektin dengan lama rawat inap pasien diare akut pada balita di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Diare akut, Kaolin-Pektin
Subjects: M > M169 Medical care
P > P103 Patients
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Pendidikan Dokter
Depositing User: Mrs Rahma Siwi Utami
Date Deposited: 26 Nov 2020 02:05
Last Modified: 26 Nov 2020 02:05
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/6554

Actions (login required)

View Item View Item