Efek Samping Radioterapi Dosis 20 GY terhadap Abnormalitas Inti dan Apoptosis Sel pada Penderita Kanker Kepala dan Leher Stadium Lanjut Lokal

SHABRINA, Fadhila Nurin (2018) Efek Samping Radioterapi Dosis 20 GY terhadap Abnormalitas Inti dan Apoptosis Sel pada Penderita Kanker Kepala dan Leher Stadium Lanjut Lokal. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
1 COVER.pdf

Download (209kB)
[img] PDF (Legalitas)
2 LEGALITAS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (688kB)
[img] PDF (Abstrak)
3 ABSTRAK.pdf

Download (283kB)
[img] PDF (BabI)
4 BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (299kB)
[img] PDF (BabII)
5 BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (472kB)
[img] PDF (BabII)
6 BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (242kB)
[img] PDF (BabIV)
7 BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (425kB)
[img] PDF (BabV)
8 BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (201kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
9 DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (273kB)
[img] PDF (Lampiran)
10 LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kanker kepala dan leher merupakan tumor ganas yang tumbuh pada jaringan ataupun organ di bagian kepala dan leher. Terdapat tiga jenis terapi medik dasar untuk mengobati kanker kepala dan leher: pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi, dapat bersifat tunggal maupun kombinasi. Radioterapi merupakan pengobatan penyakit maligna dengan menggunakan sinar pengion, untuk mematikan sel kanker sebanyak mungkin dan memelihara jaringan sehat di sekitar agar tidak mengalami kerusakan berat. Efek samping dari radioterapi dapat berupa abnormalitas inti sel dan terjadinya apoptosis. Abnormalitas inti: mikronukleus, binukleus, broken egg, dan apoptosis: piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa jumlah abnormalitas inti dan apoptosis sel pada penderita kanker kepala dan leher stadium lanjut lokal lebih tinggi setelah radioterapi dosis 20 Gy dibandingkan sebelum radioterapi. Jenis penelitian ini yaitu Quasi experimental dengan rancangan pretest posttest-control group design. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling pada periode Februari-April 2018. Penelitian ini menggunakan 7 responden yang menerima radioterapi. Pengambilan sampel sebanyak 2 kali, pertama sebelum radioterapi dan kedua setelah radioterapi dosis 20 Gy selama 2 minggu. Pengambilan sampel menggunakan metode swab dengan pewarnaan Feulgen-Rossenbeck dan dibuat preparat. Preparat dilihat menggunakan mikroskop cahaya (400x) untuk menghitung abnormalitas inti dan apoptosis per1000 sel. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Korelasi Kappa untuk mengukur tingkat kesepakatan interobserver, Saphiro-Wilk test (N<50) sebagai syarat untuk analisis data parametrik, dan paired t-test untuk menguji perbedaan jumlah abnormalitas inti dan apoptosis sel sebelum dan setelah radioterapi dosis 20 Gy. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan jumlah abnormalitas inti dan apoptosis sel pada penderita kanker kepala dan leher sebelum dan setelah radioterapi dosis 20 Gy. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah abnormalitas inti dan apoptosis sel pada penderita kanker kepala dan leher stadium lanjut lokal lebih tinggi setelah radioterapi dosis 20 Gy dibandingkan sebelum radioterapi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: G18214
Uncontrolled Keywords: abnormalitas inti sel, apoptosis sel, radioterapi, kanker kepala dan leher
Subjects: C > C57 Cancer
R > R60 Radiotherapy
T > T296 Treatment
Divisions: Fakultas Kedokteran > S1 Pendidikan Dokter
Depositing User: Mr BAYU Ananda
Date Deposited: 11 Feb 2021 08:30
Last Modified: 11 Feb 2021 08:30
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/7737

Actions (login required)

View Item View Item