Cantik yang Halal (Analisis Semiotika terhadap Konstruksi Halal pada Iklan Kosmetik Produksi Wardah)

FAJRIYATIN, Feti (2018) Cantik yang Halal (Analisis Semiotika terhadap Konstruksi Halal pada Iklan Kosmetik Produksi Wardah). Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
COVER_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf

Download (125kB)
[img] PDF (Legalitas)
LEGALITAS_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (756kB)
[img] PDF (Abstrak)
ABSTRAK_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf

Download (244kB)
[img] PDF (BabI)
BAB I_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (595kB)
[img] PDF (BabII)
BAB II_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (606kB)
[img] PDF (BabIII)
BAB III_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (419kB)
[img] PDF (BabIV)
BAB IV_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
BAB V_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (216kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DAFTAR PUSTAKA_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (248kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN_FETI FAJRIYATIN_F1A014013.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (311kB)

Abstract

Kecantikan merupakan konstruksi sosial. Budaya dan gender menjadi dasar konstruksi tersebut. Perempuan membangun rasa percaya dirinya melalui pengakuan laki-laki sehingga menjadi cantik merupakan idaman setiap perempuan. Definisi cantik pada awalnya tergantung kepada budaya masing-masing masyarakat. Namun pada perkembangan era post modern ini kecantikan berubah tidak lagi berdasarkan kekhasan budaya masyarakat namun definisi cantik berubah menjadi sesuatu yang nyata, dapat dilihat, serta dinikmati. Cantik merujuk pada wajah yang cerah, kulit yang putih, rambut lurus ataupun berhijab. Definisi ini tidak lain adalah bentukan dari industri produk kecantikan agar produknya dapat terjual, melalui iklan kosmetik yang ditampilkan berulang-ulang. Salah satunya adalah iklan Wardah, produk kosmetik dengan branding halal. Fokus dari penelitian ini yaitu analisis konstruksi halal pada iklan kosmetik produksi Wardah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi halal pada iklan kosmetik produksi Wardah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis semiotika dari Charles Sanders Pierce. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kata halal yang digunakan pada iklan Wardah tidak merujuk kepada isi produk namun lebih kepada kesan yang dibangun agar produk Wardah terjual. Karena kenyataannya Wardah merupakan produk dari perusahaan yang juga memproduksi produk kosmetik merk Emina dan Makeover yaitu PT. Paragon Technology and Innovation namun, produk yang diklaim halal hanyalah produk Wardah. Klaim halal ini semakin diperkuat dengan pemeran iklan Wardah yang kebanyakan adalah perempuan berjilbab. Selain itu kecantikan pada iklan Wardah merupakan kecantikan yang bersifat seragam seperti wajah yang cerah dan kulit yang putih. Hampir semua iklan Wardah menceritakan tentang bagaimana memiliki wajah yang cerah, bagaimana wajah yang cerah ini bisa bertahan seharian, bagaimana perempuan menjadi cantik dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali. Keharusan untuk menjadi cantik setiap saat ini dikendalikan oleh patriarki yaitu perempuan harus cantik agar menarik di mata laki-laki.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F18173
Uncontrolled Keywords: Gender, Media Massa, Iklan, Cantik
Subjects: A > A74 Advertising
B > B83 Beauty contests
S > S210 Semiotics
S > S255 Sex role
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Sosiologi
Depositing User: Mrs Zahra Madani
Date Deposited: 25 Feb 2021 08:04
Last Modified: 25 Feb 2021 08:04
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/8790

Actions (login required)

View Item View Item