Dampak Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah terhadap Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu

RAHARTIAN, Luvianisa (2016) Dampak Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah terhadap Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover_1.pdf

Download (978kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak_1.pdf

Download (969kB)
[img] PDF (BabI)
Bab I_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabII)
Bab II_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIII)
Bab III_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabIV)
Bab IV_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
Bab V_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (962kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
Daftar Pustaka_1.pdf

Download (969kB)
[img] PDF (Lampiran)
Lampiran_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Beras telah menjadi komoditas strategis yang diatur dalam kebijakan pemerintah melalui stabilisasi harga. Kebijakan stabilisasi harga gabah/beras dilaksanakan dengan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang dituangkan dalam Instruksi Presiden. Kebijakan ini ditetapkan atas dasar pertimbangan dalam rangka untuk meningkatkan produksi pangan nasional serta untuk meningkatkan pendapatan petani melalui jaminan harga yang wajar. Upaya ini terkendala oleh biaya produksi yang semakin meningkat, sehingga pemerintah berusaha menyikapinya dengan memperbarui harga dasar pada tahun 2015. Petani sebagai penerima harga memperoleh harga gabah yang rendah karena rentannya posisi tawar petani dalam pola pemasaran gabah dan beras. Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui dampak kenaikan HPP gabah terhadap pendapatan usahatani padi sawah dan (2) mengetahui hubungan harga gabah di tingkat petani dengan panjang saluran pemasaran gabah dan beras. Penelitian ini dilakukan di Desa Jayalaksana, Desa Cangkingan dan Desa Kedokanbunder Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Sasaran penelitian adalah petani yang mengusahakan padi sawah pada musim tanam tahun 2014 dan 2015. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode Two Stage Random Sampling untuk petani dan metode Accidental Sampling untuk pedagang, diperoleh 51 responden petani dan 13 responden pedagang. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan teknik wawancara dengan menggunakan kuisoner. Data dianalisis dengan uji beda dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kenaikan HPP gabah meningkatkan pendapatan usahatani padi sawah per ha pada periode musim tanam penghujan dari Rp7.232.580,39 menjadi Rp8.753.710,50 dan pada periode musim tanam kemarau dari Rp6.121.733,62 menjadi Rp7.761.208,25. (2) Harga gabah di tingkat petani berhubungan dengan panjang saluran pemasaran gabah dan beras. Terdapat kecenderungan saluran pemasaran yang panjang akan mengakibatkan harga gabah yang diterima petani rendah dan saluran pemasaran yang pendek akan mengakibatkan harga gabah yang diterima petani tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: A16336
Uncontrolled Keywords: Harga Pembelian Pemerintah, Pendapatan Usahatani, Padi Sawah, Saluran Pemasaran, Harga Gabah
Subjects: F > F61 Farm produce
I > I60 Income
Divisions: Fakultas Pertanian > S1 Agribisnis
Depositing User: Mrs PKL PKL
Date Deposited: 12 Apr 2022 07:50
Last Modified: 12 Apr 2022 07:50
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/15492

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year