LESTARI, Dinny Wahyu (2026) Determinan Daya Saing Industri Manufaktur Indonesia Tahun 2000-2024. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
|
PDF (Cover)
Cover.pdf Download (145kB) |
|
|
PDF (Legalitas)
Legalitas.pdf Restricted to Repository staff only Download (712kB) |
|
|
PDF (Abstrak)
Abstrak.pdf Download (302kB) |
|
|
PDF (BabI)
BabI.pdf Restricted to Repository staff only until 10 February 2027. Download (412kB) |
|
|
PDF (BabII)
BabII.pdf Restricted to Repository staff only until 10 February 2027. Download (511kB) |
|
|
PDF (BabIII)
BabIII.pdf Restricted to Repository staff only until 10 February 2027. Download (495kB) |
|
|
PDF (BabIV)
BabIV.pdf Restricted to Repository staff only Download (632kB) |
|
|
PDF (BabV)
BabV.pdf Download (300kB) |
|
|
PDF (DaftarPustaka)
DaftarPustaka.pdf Download (326kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (668kB) |
Abstract
Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menganalisis determinan daya saing industri manufaktur Indonesia yang diukur melalui Revealed Comparative Advantage (RCA) selama periode 2000–2024. Variabel utama yang dianalisis meliputi Foreign Direct Investment (FDI), Economic Complexity Index (ECI), dan Economic Freedom Index (EFI), dengan variabel kontrol berupa nilai tukar (exchange rate) dan keterbukaan perdagangan (trade openness). Pendekatan yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) dengan panjang lag optimal satu, yang memungkinkan analisis hubungan jangka panjang, dinamika jangka pendek, serta mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan melalui Error Correction Term (ECT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, FDI dan ECI berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing industri manufaktur Indonesia. Temuan ini mendukung teori pertumbuhan endogen dan technology spillover, yang menekankan pentingnya investasi asing dan peningkatan kompleksitas struktur produksi dalam memperkuat daya saing ekspor. Sebaliknya, EFI menunjukkan pengaruh yang belum optimal terhadap peningkatan RCA sektor manufaktur, yang mengindikasikan bahwa liberalisasi ekonomi di Indonesia masih lebih banyak mendorong aktivitas di sektor intermediasi keuangan dan perdagangan dibandingkan penguatan sektor riil. Nilai tukar memberikan tekanan terhadap daya saing akibat tingginya ketergantungan industri manufaktur pada input impor, sementara keterbukaan perdagangan berperan sebagai faktor adaptif dalam mendorong perbaikan tata kelola ekonomi. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi adanya feedback effect dan kekakuan struktural dalam sektor manufaktur Indonesia, di mana respons terhadap perubahan kebijakan dan guncangan ekonomi memerlukan waktu penyesuaian jangka menengah. Signifikansi nilai ECT mengonfirmasi adanya mekanisme koreksi kesalahan yang membawa sistem kembali menuju keseimbangan jangka panjang. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas serap industri domestik, percepatan kematangan institusi ekonomi, serta penguatan basis produksi dalam negeri guna mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi global dan mendorong peningkatan kompleksitas ekspor Indonesia secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Nomor Inventaris: | C26072 |
| Uncontrolled Keywords: | RCA, VECM, FDI, Economic Complexity, Economic Freedom, Industri Manufaktur. |
| Subjects: | C > C663 Competition M > M45 Manufacturing industries |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > S1 Ilmu Ekonomi & Studi Pembangunan |
| Depositing User: | Mrs. Dinny Wahyu Lestari |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 08:02 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 08:02 |
| URI: | http://repository.unsoed.ac.id:443/id/eprint/39504 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
