Refleksi Kesenian Lokal Dalam Kajian Politik Kebudayaan Kontemporer Melalui Eksistensi Tari Lengger Lanang Sebagai Identitas Budaya Lokal di Kabupaten Banyumas

SINAGA, Antonius Panel Halomoan (2017) Refleksi Kesenian Lokal Dalam Kajian Politik Kebudayaan Kontemporer Melalui Eksistensi Tari Lengger Lanang Sebagai Identitas Budaya Lokal di Kabupaten Banyumas. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.

[img] PDF (Cover)
Cover.pdf

Download (173kB)
[img] PDF (Legalitas)
Legalitas.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (807kB)
[img] PDF (Abstrak)
Abstrak.pdf

Download (341kB)
[img] PDF (BabI)
BabI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (560kB)
[img] PDF (BabII)
BabII.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (830kB)
[img] PDF (BabIII)
BabIII.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (894kB)
[img] PDF (BabIV)
BabIV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] PDF (BabV)
BabV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (929kB)
[img] PDF (BabVI)
BabVI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (651kB)
[img] PDF (BabVII)
BabVII.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (513kB)
[img] PDF (DaftarPustaka)
DaftarPustaka.pdf

Download (460kB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Refleksi Kesenian Lokal dalam Kajian Politik Kebudayaan Kontemporer Melalui Eksistensi Tari Lengger Lanang sebagai Identitas Budaya Lokal di Kabupaten Banyumas.” Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan refleksi kesenian lokal dalam kajian politik kebudayaan kontemporer melalui eksistensi tari lengger lanang; 2) mengetahui dan menjelaskan signifikansi eksistensi tari lengger lanang tersebut dalam merefleksikan identitas budaya lokal Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan fenomenologi sebagai pendekatan penelitiannya. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa eksistensi tari lengger lanang sebagai ciri identitas kebudayaan lokal di Banyumas mengalami banyak komodifikasi sampai saat ini. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor terkait diantaranya adalah faktor sosial, faktor agama dan faktor politik. Faktor social lebih jelas menjelaskan bahwa tarian asli lengger lanang yang notabene adalah laki-laki menyerupai perempuan bukanlah sesuatu hal wajar dan lebih baik digantikan dengan perempuan sekaligus. Faktor agama lebih menjelaskan bahwa tarian lengger lanang syarat dengan erotisme yang dimana sangat melanggar kaidah agama sehingga esensi-esensi asli lengger lanang diubah menjadi kesenian yang lebih sopan dan sesuai dengan norma agama. Sementara itu faktor politik menjelaskan bahwa lengger lanang dari sejarahnya merupakan tarian yangditumpangi kegiatan bermuatan politik, mulai dari sebagai alat perlawanan terhadap penjajah Belanda, penyebaran paham ideologi komunisme dan sampai saat ini sebagai kegiatan pemerintahan dalam melakukan citra politik di Banyumas. Selain itu hasil dalam pelaksanaan penelitian, difokuskan pada beberapa narasumber terkait yakni pelaku budaya, pemangku budaya dan pamong budaya. Ketiga narasunber menjelaskan bagaimana keterkaitan mulai dari sejarah sampai pada perkembangan tari lengger lanang sampai saat ini. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berbedanya konteks maupun konten dari kesenian tari lengger lanang oleh beberapa narasumber yang diantaranya pelaku, pamong dan pemangku kesenian budaya di Banyumas. Oleh karena itu, dibutuhkan keberlanjutan dari pembahasan dari eksistensi tari lengger lanang sebagai identitas kebudayaan lokal di Banyumas

Item Type: Thesis (Skripsi)
Nomor Inventaris: F17503
Subjects: C > C1010 Culture
D > D7 Dance
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > S1 Ilmu Politik
Depositing User: Mr Fathu Rahman Rosyidi
Date Deposited: 21 Oct 2020 03:50
Last Modified: 21 Oct 2020 03:50
URI: http://repository.unsoed.ac.id/id/eprint/5796

Actions (login required)

View Item View Item